Q&A WITH ANONYMOUS “ANAK KU TIDAK AKAN MERASAKAN APA YANG AKU RASAKAN”
- Women In Power
- Jul 2, 2020
- 2 min read

Kekerasan pada anak kini telah menjadi suatu hal biasa. Para orang tua telah menjadikan hal tersebut sebagai hukuman yang pantas untuk diterima oleh anak anaknya. Dengan berbagai dampak yang diberikan membuat anak bertembuh dalam berbagai trauma. Berikut merupakan hasil wawancara salah satu tim kampanye Women In Power kepada salah satu korban kekerasan terhadap anak yang bernama Mawar (nama disamarkan). Kisah tersebut berdasarkan dari kejadian nyata kehidupan kak Mawar.
Q : Apa titik terendah dihidup kakak?
A: Aku sempat mengalami Child Abuse, aku tumbuh dikeluarga yang keras. Papa ku dulu sering banget main tangan. Bahkan dari aku masih ada di perut mamaku. Enam belas tahun aku ngerasain hal itu cukup membuat diri aku depresi sih. Mungkin bisa dibilang aku udah ngerasain semuanya kali ya. Mulai dari verbal abuse sampai ke mental. Sebenarnya gak hanya itu, kegiatan aku disekolah juga dibatasi, pertemanan aku apalagi. Aku gaboleh berteman sama cowok. Aku gaboleh pergi main sore seperti biasanya anak lain lakukan.
Q: Apa yang kakak rasakan saat itu?
A: Campur aduk sih, sedih iya, marah iya, bingung iya, semua nya. Apalagi aku dulu masih bocah kecil biasa yang ga ngerti apa apa. Jadi aku Cuma menerima apapun yang terjadi di kehidupan aku dulu.
Q: Siapa orang pertama yang memberikan semangat ke kakak saat itu?
A: Mama aku pastinya! Dia wanita terkuat yang pernah aku kenal. Meskipun kita selalu jadi korban sasaran papaku, mama yang selalu temenin aku meskipun mama aku itu sibuk kerja, dia selalu temenin aku, dia yang selalu buat aku lebih tenang.
Q: Apa yang akan dilakukan jika saat seperti itu terulang kembali?
A: Sekarang aku gaakan tinggal diam. Karena sekarang aku sudah dewasa aku mengerti betul apa yang harus aku lakukan. Aku ga akan merasa takut untuk melawan. Sedih sih ya sebenernya karena aku merasa aku tidak merasakan masa kecil yang seharusnya aku rasakan. Sekarang sih aku menjadikan hal tersebut sebagai pelajaran aja ya. Jika suatu saat aku sudah berkeluarga dan memiliki anak, aku gaakan pernah melakukan apa yang papa aku lakukan sama aku. Anak – anak aku nanti akan mendapatkan hak mereka sebagai anak. Dimana mendapatkan kasih sayang yang penuh dari orang tua mereka.
Q: Pesan apa yang ingin kakak sampaikan untuk teman – teman lainnya yang juga mengalami hal tersebut?
A: Pahami bahwa sesuatu yang terjadi disaat ini akan berlalu. Jangan pernah takut untuk berani bicara kepada orang yang kalian percaya untuk meminta bantuan. Hal ini ga hanya berlaku di keluarga, mungkin kalian pernah merasakan bullying, atau depresi karena masa lalu yang kalian terima. Tapi kalian percaya deh, kalian itu ga sendirian. Jadi jangan takut!
Satu lagi ya, sama seperti yang aku bilang sebelumnya. Mungkin kamu pernah mengalami hal yang tidak menyenangkan dari papa atau mamamu atau dari keluarga yang lain. Aku cuma mau bilang itu cukup STOP di kamu.
Kamu gaperlu bales hal tersebut ke orang lain. Dan yang paling penting juga kamu perlu memaafkan mereka yang sudah menyakiti kamu.




Comments