top of page
Search

PANIC ATTACK AND PANIC DISORDER

  • Writer: Women In Power
    Women In Power
  • Aug 12, 2020
  • 2 min read

Sumber Foto : Pexels – Pixabay

Jakarta – Panic disorder atau gangguan panik adalah jenis gangguan kecemasan yang ditandai, oleh 'serangan panik' berulangulang, yaitu periode terpisah dari perasaan ketakutan yang intens dan berhubungan dengan gejala fisik seperti jantung berdebar-debar, sesak napas, berkeringat, gemetar, ketidaknyamanan di dada, pusing dan sebagainya. Gejala seseorang mengalami gangguan panik lainnya adalah bertingkah laku berbeda, menghindari tempat – tempat ramai.


Beberapa faktor mungkin terlibat sebagai penyebab gangguan panik. Peristiwa stres dan perubahan besar dalam hidup, seperti pengangguran jangka panjang, kehilangan orang yang dicintai bisa memicu gangguan panik. Pada awalnya, ketika orang berada di bawah stres sedang, mekanisme normal otak untuk bereaksi terhadap ancaman diaktifkan. Hal ini disebut respon “lari-atau-melawan”. Meskipun demikian, serangan seperti itu tampak “datang secara tiba-tiba”, serangan itu biasanya diartikan sebagai tanda-tanda penyakit yang mengancam jiwa atau “menjadi gila”. Kemudian, ketika disadari tubuh akan memberikan respon ringan terhadap pemicu eksternal (seperti berolahraga, mengkonsumsi kafein), pada beberapa orang berkembang ketakutan yang kuat terhadap serangan lainnya dan kecemasan yang meningkat seperti itu kemudian bisa benar-benar mendatangkan serangan panik. Tidak ada penyebab tunggal dari gangguan panik, beberapa faktor memberikan kontribusi termasuk:


a. Faktor biologis: keturunan, ketidakseimbangan kimia zat pengontrol fungsi otak, sistem saraf simpatik terlalu sensitif

b. Faktor psikologis: orang yang mudah cemas, pesimis dan kurang merasa aman

c. Faktor lingkungan: pengalaman negatif di masa kecil, peristiwa stres (misalnya mengalami bencana, kecelakaan), stres kehidupan sehari-hari lainnya (misalnya pergantian pekerjaan, masalah hubungan antar pribadi).

Setelah mengalami serangan panik pertama, pada beberapa orang akan mulai berkembang banyak kecemasan sehubungan dengan serangan ini. Contohnya, mereka mungkin merasa cemas bahwa mereka menderita masalah jantung serius, merasa cemas bahwa mereka mungkin tidak bisa memperoleh pertolongan ketika mereka pingsan di jalan, atau merasa cemas bahwa mereka menjadi gila dan kehilangan kontrol. Kecemasan ini akan menyebabkan orang mencegah terjadinya serangan panik, dengan mempertinggi kesadaran mereka terhadap gejala pada tubuh mereka, menghindari tempat atau situasi di mana melarikan diri akan sulit dilakukan atau bantuan tidak tersedia (misalnya perjalanan lama di bis, lift, tempat keramaian), atau menghindari bepergian sendirian. Perilaku menghindar ini akan mengarah pada kecemasan lebih lanjut, dan pada akhirnya berkembang menjadi ‘agorafobia’ (takut berada di tempat umum), yang secara parah membatasi aktivitas individu, dan berdampak terhadap kinerja seseorang, hubungan antar pribadi, dan kualitas hidup.


Itulah beberapa hal penting mengenai panic disorder yang perlu kalian ketemu! Panic disorder juga tidak bisa di diagnose oleh diri sendiri. Kamu perlu seseorang yang lebih profesional seperti psikolog ataupun psikiater untuk membantumu menyelesaikan segala masalah mentalmu.




Penulis : Gita Natasha

Sumber : Smith, M., Robinson, L., & Segal, J. (2019). Panic Attacks and Panic Disorder. Helpguide.org. Retrieved 11 August 2020, from https://www.helpguide.org/articles/anxiety/panic-attacks-and-panic-disorders.htm.

 
 
 

Comments


Post: Blog2_Post

©2020 by Women In Power. Proudly created with Wix.com

bottom of page