JIKA TERJADI KEKERASAN PADA PEREMPUAN, BAGAIMANA SIKAP KITA?
- Women In Power
- Jul 18, 2020
- 2 min read

Jakarta – Kekerasan terhadap perempuan bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Ancaman mulai dari diluar rumah sampai didalam rumahpun sering terjadi. Kini kasus kekerasan terhadap perempuan sudah menunjukan peningkatan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Data terkait pembunuhan pada perempuan dari organisasi PBB untuk narkoba dan kejahatan (UNODC) menunjukkan terdapat 87 ribu perempuan yang dibunuh tahun lalu. Sekitar 50 ribu atau setara 58 persen dibunuh oleh pasangan atau anggota keluarga. Kawasan Asia menempati posisi tertinggi jumlah angka pembunuhan perempuan oleh anggota keluarga yakni mencapai 20 ribu jiwa. Hal ini setara dengan 0,9 korban per 100 ribu penduduk perempuan.
Terdapat dalam Catatan Tahunan 2020 Komnas Perempuan menunjukkan kekerasan terhadap perempuan meningkat 792 persen selama 12 tahun terakhir. Di Indonesia, berdasarkan Catatan Tahunan yang diluncurkan Komnas Perempuan pada 2017 terdapat 348.446 kasus kekerasan terhadap perempuan. Jumlah itu meningkat dari 2016 sebanyak 259.150 kasus. Agar kasus kekerasan tak terus menghantui perempuan, ada beberapa kiat yang bisa dilakukan. Beberapa tips berikut ini tips bagaimana sikap kita bisa membantu menghindari dan mencegah kekerasan pada perempuan.
1. Apabila dilingkungan anda terjadi kekerasan atau KDRT, maka kemenppa Republik Indonesia memberikan kunci jawaban, yaitu : Pertama,tenangkan diri anda dan jangan panic, kedua mengumpulkan bukti-bukti apabila terjadi kekerasan, seperti video,rekaman suara, foto dll. Ketiga meminta perlindungan dari orang terdekat atau langsung menghubungi hotline pengaduan masyarkat kem PPPA di nomor 082125751234 email : pengaduan@kemenpppa.go.id
2. Pahami hubungan yang sehat, sebagian besar kekerasan terhadap perempuan terjadi pada ranah personal/privat. Artinya, pelaku adalah orang yang memiliki hubungan darah, kekerabatan, perkawinan, maupun relasi intim seperti pacar. Hubungan yang sehat merupakan hubungan yang saling menghargai dan menghormati.
3. Waspada pada perubahan, orang terdekat kerap menjadi pelaku kekerasan terhadap perempuan. Oleh karena itu, waspadalah pada perubahan gelagat dan sikap-sikap yang mencurigakan. Jika sedang berada di tempat umum, selalu amati kondisi di sekitar Anda dan tetaplah waspada.
4. Hindari lokasi berbahaya, menghindari lokasi yang berbahaya seperti tempat yang sepi dan rawan kejahatan juga bisa menurunkan risiko kekerasan pada perempuan. Hindari pula pulang larut malam karena semakin meningkatkan risiko kejahatan.
Tetapi setiap orang selalu punya cara masing-masing yang bisa dilakukan sesuai dengan sikap dan kapasitasnya. Kalau mampu bersuara di depan publik, suarakan. Kalau mampu menuliskan, tuliskan. Kalau masih juga tak mampu melakukan keduanya, bantu untuk membagikannya. Semakin banyak orang yang sadar, maka penjagaan diri dari masyarakat pun akan terbentuk.
Penulis : Stella Bella
Sumber : Agar Perempuan Terhindar dari Kekerasan. (2020). Retrieved 16 July 2020, from https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20181206121647-284-351575/agar-perempuan-terhindar-dari-kekerasan. Apabila Terjadi Kekerasan Pada Perempuan, Bagaimana Kita Bersikap. (2020). https://www.kompasiana.com/penaulum/5ea7a660097f367b405f8da3/apabila-terjadi-kekerasan-pada-perempuan-bagaimana-kita-bersikap.




Comments